Cara Menghitung HPP Kaos untuk Konveksi, Lengkap dengan Contoh Hitungan

Tim Anugerah Fabric Store6 menit baca

Isi artikel · 7 bagian
  1. Rumus HPP Kaos per Pcs
  2. 7 Komponen Biaya Produksi Kaos
  3. Contoh Hitungan HPP Kaos Sablon untuk 100 Pcs
  4. Pengaruh Pilihan Kain ke HPP
  5. Menentukan Harga Jual dari HPP: Markup vs Margin
  6. Tiga Cara Menekan HPP Tanpa Menurunkan Kualitas
  7. Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

HPP kaos adalah total biaya untuk membuat satu kaos sampai siap dijual, mulai dari kain, ongkos jahit, sablon, aksesoris, sampai bagian dari biaya tetap usaha. Cara menghitung HPP kaos yang paling sederhana adalah menjumlahkan semua biaya produksi dalam satu pesanan, lalu membaginya dengan jumlah kaos yang lolos QC.

Rumusnya kelihatan mudah, tetapi di lapangan banyak konveksi kecil menghitung HPP hanya dari kain dan ongkos jahit. Overhead dan kaos reject tidak masuk, sehingga harga terlihat untung di atas kertas dan tipis di rekening. Artikel ini membahas tujuh komponen biaya produksi kaos, contoh hitungan untuk pesanan 100 kaos sablon, dan cara menentukan harga jual dari HPP tanpa tertukar antara markup dan margin.

Rumus HPP Kaos per Pcs

HPP per kaos = (Biaya bahan + Biaya produksi + Biaya aksesoris + Alokasi overhead) ÷ Jumlah kaos lolos QC

Perhatikan pembaginya. Yang dipakai adalah jumlah kaos yang benar-benar bisa dijual, bukan jumlah yang dipotong. Kalau dari 100 kaos ada 3 yang cacat, biaya ketiga kaos itu tetap harus ditanggung oleh 97 kaos lainnya.

7 Komponen Biaya Produksi Kaos

Komponen biaya produksi kaos mulai dari kain, rib, benang, screen sablon, label, hingga kemasan

1. Kain badan

Komponen terbesar, biasanya sekitar separuh total biaya. Hitung dari kebutuhan kain dalam kilogram dikali harga per kg. Kebutuhan kain tergantung jenis kain dan komposisi ukuran pesanan, caranya ada di artikel 1 Kg Kain Jadi Berapa Kaos.

2. Rib dan bahan pelengkap

Rib leher, rib manset, atau kain kombinasi untuk raglan. Nilainya kecil per kaos, tetapi sering lupa dimasukkan.

3. Ongkos potong dan jahit

Kalau dikerjakan sendiri, hitung dari upah penjahit per potong. Kalau memakai jasa CMT (cut, make, trim), pakai tarif per kaos dari vendor.

4. Sablon atau printing

Tarif per kaos tergantung teknik, jumlah warna, dan ukuran desain. Untuk sablon manual, jangan lupa biaya film dan afdruk screen yang dibayar sekali per desain.

5. Aksesoris dan kemasan

Label leher, hangtag, label ukuran, plastik, stiker. Kecil per potong, terasa saat dikalikan ratusan.

6. Alokasi overhead

Biaya tetap yang jalan meski tidak ada pesanan: sewa tempat, listrik, gaji karyawan tetap, penyusutan mesin, internet. Cara paling praktis: jumlahkan biaya tetap per bulan, lalu bagi dengan rata-rata jumlah kaos yang diproduksi per bulan. Contohnya, biaya tetap Rp5.000.000 per bulan dengan produksi rata-rata 1.000 kaos berarti overhead Rp5.000 per kaos.

7. Cadangan reject

Kaos salah jahit, sablon meleset, atau kain cacat. Untuk produksi yang sudah rutin, cadangan 2 sampai 5 persen umum dipakai. Untuk desain atau pola baru, pakai angka yang lebih tinggi.

Contoh Hitungan HPP Kaos Sablon untuk 100 Pcs

Semua angka rupiah di bawah adalah ilustrasi dengan angka bulat, bukan harga Anugerah atau tarif pasar tertentu. Ganti dengan angka aktualmu. Harga kain terbaru bisa kamu cek di halaman Daftar Harga.

Pesanan: 100 kaos Combed 30S ukuran campur (S 10, M 30, L 40, XL 20), sablon plastisol 1 warna ukuran A4 di depan. Dengan 5 kaos per kg untuk M/L menurut lembar ukuran Anugerah, kebutuhan kainnya sekitar 22 kg sudah termasuk cadangan 5 persen (hitungannya ada di artikel kebutuhan kain di atas).

KomponenPerhitunganTotal
Kain badan22 kg × Rp130.000Rp2.860.000
Rib lehersekitar 1 kgRp100.000
Ongkos potong dan jahit100 × Rp12.000Rp1.200.000
Sablon100 × Rp8.000 + film dan screen Rp100.000Rp900.000
Label, hangtag, plastik100 × Rp2.500Rp250.000
Alokasi overhead100 × Rp5.000Rp500.000
Total biayaRp5.810.000

Misalkan 3 kaos reject, sehingga yang lolos QC 97 kaos.

HPP per kaos = Rp5.810.000 ÷ 97 = sekitar Rp59.900

Kalau dihitung tanpa overhead dan tanpa reject, angkanya hanya Rp53.100 per kaos. Selisih hampir Rp7.000 per potong ini yang sering hilang diam-diam dari keuntungan.

Dari tabel di atas, kain badan dan rib menyumbang sekitar 51 persen total biaya. Artinya keputusan jenis kain punya pengaruh paling besar ke HPP.

Pengaruh Pilihan Kain ke HPP

Misalkan klien meminta kaos yang sama, tetapi dengan Combed 24S supaya lebih tebal. Karena hasil potong per kg turun dari 5 menjadi 4 kaos, kebutuhan kain naik dari sekitar 22 kg menjadi sekitar 27 kg untuk komposisi ukuran yang sama.

Dengan harga per kg yang sama pun, biaya kain bertambah sekitar Rp650.000, atau kira-kira Rp6.500 per kaos. Kalau harga per kg 24S lebih tinggi dari 30S, selisihnya lebih besar lagi. Perbedaan ketebalan dan konsekuensinya dibahas di artikel Perbedaan Combed 20s, 24s, dan 30s.

Karena itu, setiap kali klien mengganti jenis kain, hitung ulang HPP sebelum menyetujui harga lama.

Menentukan Harga Jual dari HPP: Markup vs Margin

Ini kesalahan hitung yang paling sering terjadi saat menentukan harga jual kaos konveksi. Markup dan margin sama-sama dinyatakan dalam persen, tetapi dasarnya berbeda.

Kaos sablon siap jual setelah lolos QC sebagai dasar menentukan harga jual dari HPP

Markup dihitung dari HPP.

Harga jual = HPP × (1 + Markup)

Margin dihitung dari harga jual.

Harga jual = HPP ÷ (1 − Margin)

Dengan HPP Rp59.900:

CaraPerhitunganHarga jualUntung per kaosUntung dibanding harga jual
Markup 40%Rp59.900 × 1,4sekitar Rp83.900sekitar Rp24.00028,6%
Margin 40%Rp59.900 ÷ 0,6sekitar Rp99.800sekitar Rp39.90040%

Kalau target keuntunganmu 40 persen dari harga jual, tetapi kamu menghitungnya dengan markup 40 persen, keuntungan sebenarnya hanya 28,6 persen. Untuk usaha dengan biaya pemasaran, ongkos kirim, atau komisi reseller yang belum masuk HPP, selisih ini bisa membuat pesanan besar justru tidak menguntungkan.

Tidak ada angka margin yang benar untuk semua usaha. Konveksi yang melayani pesanan event dalam jumlah besar biasanya bermain di margin lebih tipis dengan volume tinggi, sedangkan brand clothing dengan harga premium butuh margin lebih besar untuk menutup biaya pemasaran dan stok yang belum terjual.

Tiga Cara Menekan HPP Tanpa Menurunkan Kualitas

Rapikan komposisi ukuran sebelum potong. Ukuran besar memakan kain lebih banyak. Konfirmasi rincian ukuran ke klien sejak awal, jangan memakai asumsi rata-rata.

Beli kain sesuai jenjang harga grosir. Banyak toko kain memberi harga per kg yang lebih rendah untuk pembelian di atas jumlah tertentu. Jenjang grosir Anugerah bisa kamu lihat di halaman Daftar Harga, dan daftarnya bisa diunduh dalam bentuk PDF untuk disimpan. Untuk pesanan yang kebutuhannya mendekati 25 kg, membeli satu roll utuh sering lebih hemat dari eceran; Kalkulator Kebutuhan Kain langsung menunjukkan perbandingannya.

Kurangi kaos reject dengan sampel. Satu kaos sampel sebelum produksi besar jauh lebih murah dibanding 5 kaos reject di akhir.

HPP paling banyak ditentukan oleh kain. Hitung kebutuhannya di Kalkulator, cek Daftar Harga terbaru sebelum memberi penawaran, atau tanya harga grosir lewat WhatsApp (buka di tab baru).

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa saja yang masuk HPP kaos?

Kain badan, rib dan bahan pelengkap, ongkos potong dan jahit, sablon atau printing, aksesoris dan kemasan, alokasi overhead, dan cadangan reject.

Bagaimana cara menghitung HPP kaos per pcs?

Jumlahkan semua biaya produksi dalam satu pesanan, lalu bagi dengan jumlah kaos yang lolos QC. Gunakan jumlah kaos yang bisa dijual sebagai pembagi, bukan jumlah yang dipotong.

Berapa persen biaya kain dari HPP kaos?

Pada contoh kaos sablon 1 warna di artikel ini, kain dan rib menyumbang sekitar 51 persen total biaya. Persentasenya bisa berubah tergantung jenis kain, teknik sablon, dan skala produksi, tetapi kain hampir selalu jadi komponen terbesar.

Apa bedanya markup dan margin?

Markup dihitung dari HPP, sedangkan margin dihitung dari harga jual. Markup 40 persen menghasilkan keuntungan sekitar 28,6 persen dari harga jual, bukan 40 persen.

Apakah overhead perlu dimasukkan ke HPP kaos?

Perlu. Sewa, listrik, dan gaji tetap tetap harus dibayar dari hasil penjualan kaos. Kalau tidak dimasukkan ke HPP, harga jual akan terlihat untung padahal belum menutup biaya usaha.


Baca juga: 1 Kg Kain Jadi Berapa Kaos? Tabel per Ukuran dan Cara Menghitungnya

Pilihan kain Combed di gudang kami

3 jenis dengan pilihan warna & motif terbanyak, lengkap dengan harga per kg.

Bacaan lain di Pengetahuan Kain